Rabu, 15 Juli 2015

Home (Al Quran Petunjuk Hidup Orang-Orang Beriman)

  1. Alif Lam Mim. 
  2. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, 
  3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka,
  4. Dan mereka yang beriman kepada( Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu(Muhammad) dan (Kitab-kitab) yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin adanya akhirat.
  5. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(qs. Al baqarah 1-5).
Pembaca budiman, Alhamdulillah saat ini kita dalam naungan islam, menikmati keindahan yang tiada bandingnya. Semua ini karena kemurahan dan kasih sayang Allah. 

Al Qur'an merupakan berkah yang tiada ternilai harganya bagi umat Islam. Dia merupakan petunjuk jalan. Semua manusia membutuhkan petunjuk jalan supaya tidak tersesat dari tujuan akhir yang didambanya. Sebab  sudah pasti manusia akan menemui tujuan akhir yakni Kematian. Waktu yang dipergunakan semasa hidup akan dipertanggung jawabkan. Nikmat yang tak terhitung banyaknya itu sudahkah disyukurinya. Ujian yang diberikan-Nya sudahkah disikapi dengan kesabaran.

Jumat, 10 Juli 2015

Hajjah Rifqah Ahmad 74 Tahun Penglihatan Sudah Menurun Dengan Tekad Yang Kuat Berhasil Hafiz Qur'an


Hajjah Rifqah Ahmad ,biasa dipanggil Ummu Khalid adalah wanita tua dari palestina berusia 74 tahun.Dalam usianya yang sudah senja itu ,ia mampu meraih prestasi yang tidak mampu diraih oleh orang yang masih muda.Ia sangat bahagia karena berhasil menjadi seorang hafizhah Al Qur’an.Ia bercerita ,”aku sebenarnya tidak pernah berkhayal untuk bisa menghafal Al Qur’an setelah usia yang cukup tua ini.Akan tetapi Allah SWT memberi kekuatan dan tekad yang kuat yang membantuku dalam menghafal.”

Terapi Al-Quran Hancurkan Kanker Ganas

Seorang penderita kanker parah, tergolek tak berdaya di sebuah rumah sakit di Lebanon Selatan. Salah seorang anggota keluarganya yang sudah tampak pasrah danputus asa, setiap hari datang, dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan lagu yang menyentuh hati. Hal itu dilakukannya terus setiap hari, dan tanpa disadarinya telah berlangsung tiga bulan.

Ummu Shalih, 80 Tahun Menjadi Hafizah Al-Qur’an


Banyak sekali pelajaran yang sangat berharga dari pengalaman yang dimiliki oleh sosok-sosok yang luar bisa.Diantaranya adalah pengalaman wanita senja berusia 82 tahun ,Ummu Shalih namanya.Nenek ini mengawali kegiatan menghafalkan Al-Qur’an ketika berusia 70 tahun.Ambisi yang tinggi ,kesabaran,serta pengorbanan adalah makna-makna positif nan indah yang telah ia wujudkan dalam kehidupanya guna mencapai cita-cita luhur yang bersemayam di dalam hatinya.

Kakek Muhammad Abdul Quddus Ketika Usia 55 Tahun Bertekad Menghafal Al Qur'an


Ketika kita dihadapkan pada kenyataan adanya orang-orang yang hafal Al-Qur’an,sementara kita tidak memiliki hafalan kecuali hanya beberapa surat dan itupun surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘ Amma.Kita sering kali beralasan bahwa kita sudah terlambat karena usia kita yang tidak lagi muda,Atau alasan lainya karena kita bukanlah orang arab atau orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab.Padahal Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab sehingga wajar jika kita tidak menghafal Al-Qur’an.

Alfath, Anak yang Divonis Dokter “Idiot” Ternyata Menjadi Penghafal Al-Quran

Alfath bersama ibunya. (Foto: Dok. pribadi Alfath)

Kisah seorang anak ini bisa jadi inspirasi untuk kita. Suatu ketika, ketika si anak masih dalam kandungan ibunya, si anak diperiksakan kondisinya ke dokter. Ternyata, di otak kecil si anak, terdapat tumor. Si anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah divonis ini-itu oleh dokter. Kurang lebih, dokter mengatakan bahwa si anak akan menjadi bocah idiot, yang tidak berguna, malah justru menyusahkan orang tuanya sepanjang hayatnya. Bahkan, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalan pintas: aborsi.
Namun, di saat-saat seperti itu, apakah si ibu menerima saja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat kondisi si anak – menurut dokter – tidak baik bila sampai lahir? Ternyata, orang tua si jabang bayi mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, yaitu tetap melanjutkan kehamilan hingga lahirnya.
Dan alhamdulillah, si anak lahir, dan sejak itu, orang tuanya merawat dengan penuh kesabaran. Bahkan, sang ibu sampai harus pensiun dini dari kerjanya demi mengasuh anaknya itu.
Orang tuanya telah mendidik, merawat, dan mengajarkan banyak hal. Mulai dari berbicara, membaca cerita, hingga membaca Al-Qur’an.
Singkat cerita, di ulang tahun si anak yang ke-13, ia menyelesaikan hafalan Al-Qurannya. Apa yang menjadi motif si anak menyelesaikan hafalan Al-Qurannya? “Aku ingin memberi sebuah kebahagiaan besar untuk orang tuaku”, ujarnya.
Si anak yang dulu divonis ini-itu oleh dokter, kini sudah meraih banyak prestasi di bidang Al-Qur’an, baik nasional maupun internasional. Bermula dari keyakinan kuat orangtua si anak, bahwa dibalik ujian tersimpan berjuta karunia. Dan akhirnya, Allah lah yang menentukan nasib hamba-Nya, tergantung seberapa besar usaha hamba-Nya untuk mengubah nasibnya, dari yang nelangsa jadi bahagia. Dari yang sengsara jadi gembira. Dari pecundang menjadi pemenang. Dari tak bernilai menjadi tak ternilai. Benarlah firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada dalam suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri” (QS 13: 11).
Apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata di atas? Banyak, di antaranya ketabahan dan kesabaran seorang ibu yang luar biasa, meski jabang bayinya sudah divonis idiot oleh dokter, ia tidak putus asa untuk tetap merawat dan mendidiknya hingga dewasa, hingga akhirnya berbuah manis, akhirnya bocah idiot tadi tumbuh menjadi anak yang cerdas bahkan telah menghafalkan Al-Qur’an secara sempurna di umur 13 tahun (umurnya kini 17 tahun). Hebatnya lagi ia telah memenangkan kejuaraan menghafal Al-Qur’an beserta tafsirnya dalam bahasa Arab di tingkat nasional dan internasional.
Inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan usaha maksimal. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Jadi, jangan menyerah dan jangan pernah putus asa, sebelum bergerak maju. Doa, usaha, tawakkal! Semangat!

Bayi Ajaib Non-Muslim Afrika Hafal Alquran Usia 1,5 Tahun

Syarifuddin Khalifah, bayi ajaib asal Afrika kini telah menjadi Mubaligh dewasa 

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis.“Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).